Pilih Jaga Kesejukan & Kohesi, GEKIRA Tak Akan Laporkan Pak JK ke Polisi

1 day ago 13

Pilih Jaga Kesejukan & Kohesi, GEKIRA Tak Akan Laporkan Pak JK ke Polisi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) Nikson Silalahi. Foto: Dok. GEKIRA

jpnn.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) mengajak umat Kristen tetap tenang dan tidak terprovokasi klip atau potongan video berisi pernyataan mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK) yang sedang viral.

Organisasi sayap keagamaan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu berpendapat potongan video berisi ucapan JK tentang dogma syahid dalam Islam dan Kristen tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika tidak dilihat secara utuh dan bijak.

Menurut Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi, sepertinya memang ada hal keliru dalam ucapan JK soal syahid atau martir dalam Kristen.

“Itu tidak tepat. Alkitab melarang orang Kristen membunuh, dan membunuh tidak sama dengan menjadi martir atau syahid. Itu keliru,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/4).

Nikson menjelaskan konsep martir dalam tradisi Kristen memiliki dimensi teologis yang tidak bisa disederhanakan atau disamakan dengan tindakan kekerasan. Menurut dia, bisa jadi JK memang tidak memahami soal itu.

“Saya kira Pak JK sendiri tidak paham mengenai doktrin martir dalam ajaran Kristen dan itu sangat logis karena beliau non-Kristen, makanya beliau bicara tanpa basis pemahaman yang utuh,” imbuh Nikson.

Meski demikian, ketua umum GEKIRA masa bakti 2025-2030 itu meminta semua pihak tidak memperkeruh suasana dengan reaksi berlebihan. Nikson menegaskan bahwa energi bangsa seharusnya dicurahkan pada hal-hal yang produktif dan memperkuat kohesi sosial.

“Mari berhenti menghakimi dan terprovokasi dengan pernyataan Pak JK. Tidak perlu reaktif dan jangan habiskan energi untuk hal tidak penting,” katanya.

Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) mengajak umat Kristen tetap tenang dan tidak terprovokasi klip atau potongan video berisi....

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |