jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor.
Pemerintah memastikan surplus yang terjaga akan terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu memasok kebutuhan beras ke sejumlah negara.
Mentan menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran Eselon I dan II, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/2).
Pengadaan beras pada Januari tercatat meningkat hingga 78 persen dibanding periode sebelumnya. Saat ini stok beras nasional mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat seiring panen raya serta tren produksi yang naik sekitar 15 persen hingga Maret.
“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok tembus enam juta ton. Ini belum pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya.
Jika tren produksi konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan bisa mencapai sekitar 9 juta ton.
“Ini puncak prestasi bapak-bapak dan ibu-ibu semua, tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus dipertahankan dan tingkatkan,” katanya.
Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai menjajaki ekspor beras ke sejumlah negara sahabat, antara lain Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.




















































