jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menerima hibah peralatan medis tahap dua dan tiga dengan nilai total mencapai lebih dari Rp 3,3 miliar. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF) yang disalurkan melalui Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) serta PMI Pusat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY KGPAA Paku Alam X kepada perwakilan PMI kabupaten/kota se-DIY di Markas PMI DIY, Sleman, pada Selasa (14/4).
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan total bantuan ini merupakan akumulasi dari tiga tahap.
Tahap pertama diterima pada November 2025 dengan nilai Rp 642 juta untuk 84 unit perangkat.
Sedangkan tahap dua dan tiga pada April 2026 senilai lebih dari Rp 2,7 miliar untuk 143 unit perangkat.
Berbagai alat medis canggih kini telah tersedia untuk memperkuat fasilitas PMI, di antaranya alat diagnostik dan klinis, seperti bedside monitor, EKG, USG 2 dimensi, tensimeter, stetoskop, dan vaccine refrigerator.
Ada pula peralatan kedaruratan, seperti emergency transport ventilator, AED, suction pump, tabung oksigen, dan nebulizer.
Selain itu, logistik evakuasi juga tersedia, seperti stretcher ambulans, long spine board, hingga emergency trolley.

















































