papua.jpnn.com, JAYAPURA - Aliansi R2 R3 Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Keppres pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi ASN penuh.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo diimbau untuk bersikap adil dan tidak hanya menganakemaskan petugas makan bergizi gratis (MBG).
"Kami mengimbau Presiden Prabowo tidak hanya berat sebelah," kata Ketum Aliansi R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika seperti dilansir JPNN.com, Rabu (21/1/2026).
Dia melanjutkan, petugas MBG yang hanya mengawal program pemerintah langsung diberikan kursi PPPK penuh waktu, sedangkan honorer yang mengabdi kepada negara belasan hingga puluhan tahun malah diangkat PPPK paruh waktu.
Kebijakan presiden tersebut, menurut Faisol melukai hati seluruh PPPK paruh waktu dan honorer yang masih tersisa.
Dia juga menyoroti petugas MBG yang menjalani retreat ala militer. Mereka hanya diajarkan bagaimana mengawal dan menyukseskan program MBG, tetapi tidak dibekali ilmu bertahan hidup dengan gaji Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.
"Honorer bekerja bertahun-tahun mengabdi kepada negara dengan gaji 100 ribu, 200 ribu, dan 300 ribu rupiah per bulan. Namun, kami tetap setia kepada negara dan bersabar menunggu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan status menjadi aparatur sipil negara (ASN)," tuturnya.
Sayangnya dengan alasan anggaran, ratusan ribu honorer R2 R3 malah diangkat PPPK paruh waktu, bukan ASN penuh.



















































