jpnn.com, JAKARTA - Pengamat dan Founder Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih menilai Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI sebagai langkah komunikasi politik yang bagus untuk memelihara kesejukan.
Frans Immanuel Saragih menyampaikan hal itu untuk mengomentari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan Presiden dan Wapres RI serta sejumlah tokoh politik di Istana Negara pada Selasa (3/3/2026).
Pada pertemuan tersebut, tampak Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) beserta wakil-wakilnya dan sejumlah menteri di era SBY dan Jokowi.
Hadir juga hadir sejumlah Ketua Umum Partai Politik yang ada di parlemen bersama menteri di jajaran Kabinet Merah Putih.
“Menurut saya, Prabowo berusaha menciptakan kesejukan antara pemimpin saat ini dengan pemimpin sebelumnya. Ini teknik komunikasi yang baik dan juga memberikan contoh pendidikan politik yang baik bagi generasi berikutnya,” ungkap Frans Saragih.
Menututnya, dari keterangan sejumlah ketua umum partai politik seusai acara pertemuan tersebut kepada awak media, semuanya menyampaikan hal-hal positif dan mendukung langkah pemerintah.
“Ini merupakan cara komunikasi yang baik dilakukan Prabowo untuk menyampaikan pesan dan langkah langkah pemerintah terhadap beragam kekuatan politik yang ada di Indonesia,” ujarnya.
"Selain itu, Prabowo juga tampak mendengarkan masukan dari peserta yang hadir di acara tersebut. Partai partai yang tidak ada di kabinet juga menyampaikan hal-hal positif,” imbuhnya.



















































