jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta menyebut gugurnya Praka Rico Pramudia pada Jumat (24/4) ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Terlebih lagi, kata dia, markas UNIFIL yang menjadi tempat pasukan penjaga perdamaian, malah diserang pihak berkonflik.
Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat menjadi korban sebuah ledakan peluru kendali ke markas UNIFIL, pada Rabu (29/3) lalu.
"Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan, sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi," kata Sukamta melalui layanan pesan, Jumat (24/4).
Peraih gelar doktor dari Universitas Salford, Inggris Raya itu mendorong PBB bisa mengevaluasi mekanisme perlindungan pasukan perdamaian UNIFIL agar sesuai realitas ancaman di lapangan.
"Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban," ujar Sukamta.
Selain PBB, dia mendorong pemerintah Indonesia melakukan peninjauan komprehensif terkait aspek keamanan dan pola penugasan prajurit setelah tewasnya Praka Rico.
"Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global," ujar Wakil Ketua Bidang Polhukam Fraksi PKS itu.





















































