jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Suasana sore di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (22/4) sore mendadak berubah tegang.
Seorang pemuda bernama Andika Resta (25) asal Sleman, terlihat berada di puncak menara telekomunikasi setinggi sekitar 20 meter sejak pukul 16.27 WIB.
Warga yang khawatir segera melaporkan kejadian tersebut, hingga akhirnya tim SAR gabungan turun tangan. Dengan peralatan vertical rescue, proses penyelamatan pun dimulai.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy menjelaskan bahwa evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi survivor yang tidak merespons saat diajak berkomunikasi.
“Saat melakukan upaya komunikasi, survivor tidak menjawab. Namun, kami bersyukur ia tetap kooperatif saat mulai dipasangkan tali pengaman,” ujar Lipendi, rescuer pertama yang berhasil mendekati korban.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati. Satu rescuer dari SAR Surabaya bersama dua personel Damkar naik ke atas menara untuk memasang sistem penurunan menggunakan tali.
Setelah hampir dua jam upaya yang menegangkan, Andika akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat sekitar pukul 20.23 WIB. Dia kemudian langsung mendapatkan pemeriksaan dari tim medis sebelum dibawa ke Puskesmas Sedati.
Didit menyebut penyebab aksi tersebut belum dapat dipastikan. Namun, dugaan awal mengarah pada kondisi psikologis korban.



















































