bali.jpnn.com, SINGARAJA - Buleleng Festival (Bulfest) 2026 ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, akhir pekan kemarin.
Selama lima hari pelaksanaan, ajang tahunan ini mencatatkan perputaran ekonomi yang fantastis, diperkirakan mencapai lebih dari Rp3,6 miliar hingga akhir kegiatan.
Capaian tersebut menjadi bukti kuat tingginya minat masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara terhadap produk UMKM lokal.
Sebanyak 105 UMKM dari sektor kriya, kuliner, olahan pangan, hingga fesyen berpartisipasi dan tersebar di tiga area utama (Zona A, B, dan C).
Bupati Sutjidra mengatakan Buleleng Festival tidak hanya memicu pergerakan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi wadah pelestarian seni dan budaya.
"Masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner serta kreativitas warga Buleleng.
Festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM memperkuat jaringan pasar, sekaligus memfasilitasi pelestarian budaya agar tradisi dan kreativitas
modern tetap hidup selaras," ujar Bupati Sutjidra dilansir dari laman Pemkab Buleleng.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, seniman, pelaku usaha dan sponsor.



















































