Prof. Budi Setiyono Bicara Pentingnya Menjaga Masa Depan Indonesia dari Ancaman Stunting

4 days ago 27

Prof. Budi Setiyono Bicara Pentingnya Menjaga Masa Depan Indonesia dari Ancaman Stunting

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono. Foto: dokumentasi BKKBN

jpnn.com - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono menyampaikan Indonesia tengah berada di persimpangan sejarah pembangunan. Dalam dua dekade ke depan, bangsa ini akan menikmati momentum bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif.

Momentum tersebut sering disebut sebagai "Jendela Emas" yang dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas nasional, hingga penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.

"Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah. Dia hanya akan memberikan manfaat apabila ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Di sinilah persoalan stunting menjadi tantangan serius yang tidak boleh dipandang sebagai isu kesehatan semata," kata Prof. Budi saat bertemu awak media di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Dia menjelaskan bahwa stunting adalah ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya menghadapi hambatan pertumbuhan fisik, tetapi juga berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, rendahnya kemampuan belajar, hingga menurunnya produktivitas saat memasuki usia kerja.

"Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat kemampuan negara dalam memanfaatkan bonus demografi secara optimal," ujar Prof. Budi.

Oleh karena itu, perhatian terhadap persoalan stunting harus terus dijaga dan diperkuat. Penurunan angka stunting bukan sekadar target statistik pemerintah, melainkan investasi strategis untuk memastikan lahirnya generasi unggul Indonesia.

"Jika hari ini kita gagal melindungi anak-anak dari stunting, maka kita sedang mempertaruhkan kualitas generasi produktif di masa depan," ucapnya menegaskan.

Prof. Budi menyebut persoalan stunting juga tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral semata. Penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono mengingatkan pentingnya upaya bersama menjaga masa depan Indonesia dari ancaman stunting.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |