jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan akan menerapkan skema Work from Home (WFH) penuh waktu di tahun ini.
Full WFH ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari efisiensi anggaran yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Adapun Pemprov Jabar sudah melakukan uji coba WFH dalam dua bulan terakhir, November dan Desember 2025.
Pada November lalu, skema WFH yang diterapkan adalah ASN menjalani kerja dari rumah setiap Kamis, kemudian di bulan berikutnya 50 persen pegawai kerja WFH dan sisanya masih dari kantor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi kedua metode tersebut cukup efektif. Namun, nantinya tetap akan dipilih salah satu yang akan diterapkan di tahun ini.
"Keduanya berdasarkan penilaian berjalan efektif. Namun, nantinya akan ditentukan mekanisme WFH yang akan diterapkan oleh pak Gubernur," kata Herman di Bandung, Jumat (2/1/2026).
Herman mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan juga kedua skema ini akan dielaborasikan baik WFH setiap hari tertentu juga metode 50-50. Namun, kata dia, Pemprov Jabar sampai saat ini masih mengkaji kedua skema tersebut.
"Nah, kami sedang finalisasi ini kemungkinan kami akan elaborasi dua pendekatan ini. Antara satu hari penuh dengan 50-50. Nanti seperti apa persisnya tunggu yang jelas yang terbaik untuk kinerja," ucapnya.


















































