jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyebut temuan LSI Denny JA teranyar memberi penegasan kuat, bahwa rakyat tidak mau hak politik mereka dicabut dalam memilih pemimpin daerah.
Hal demikian dikatakan Deddy menyikapi temuan terbaru LSI Denny JA yang menyatakan mayoritas publik menolak wacana pilkada melalui DPRD.
"Saya kira bottom line-nya itu rakyat tidak mau hak dasar politik mereka dalam memilih pemimpin daerahnya secara langsung dibajak oleh segelintir oligarki, baik pusat maupun daerah," kata dia melalui layanan pesan, Kamis (9/1).
Terlebih lagi, kata legislator Komisi II DPR RI itu, rakyat merasa tidak percaya DPRD dalam memilih pemimpin ketika menyatakan penolakan terhadap wacana pemilihan tak langsung.
"Ketidakmauan itu salah satunya karena tidak percaya bahwa DPRD akan memilih calon sesuai aspirasi publik tetapi cenderung pada selera segelintir elite belaka," kata Deddy.
Dia pun mengusulkan DPR tidak mengubah pilkada langsung menjadi melalui DPRD yang tak banyak disetujui rakyat.
Deddy menyebut DPR sebaiknya memperbaiki kekurangan selama pelaksanaan pilkada langsung dibandingkan mengubah sistem.
"Banyak dari kekurangan itu selama ini justru datang dari partai politik, kandidat, penyelenggara dan pengawas pemilu serta penegakan hukum yang lemah," kata dia.






















































