jatim.jpnn.com, JEMBER - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jember mewaspadai peningkatan kasus campak di Kabupaten Jember. Selama periode Januari hingga awal Mei 2026, tercatat 40 kasus campak dinyatakan positif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes PPKB Jember Rita Wahyuningsih mengatakan lonjakan tersebut merupakan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda.
"Peningkatan tersebut bukan sepenuhnya kasus baru, melainkan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda," kata Rita saat rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5).
Pada 2025, jumlah suspect campak di Jember mencapai 344 kasus dengan 93 kasus dinyatakan positif.
Menurut Rita, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 119 kasus suspect campak. Sampel kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya dan hasilnya 40 sampel dinyatakan positif campak.
Dinkes Jember mencatat tiga kecamatan dengan kasus tertinggi, yakni Ledokombo, Sumberjambe, dan Mayang.
Wilayah kerja Puskesmas Ledokombo menjadi yang tertinggi dengan delapan kasus positif dari 12 suspect.
Kemudian Puskesmas Sumberjambe mencatat lima kasus positif dari delapan suspect, sedangkan seluruh empat sampel suspect di wilayah Puskesmas Mayang dinyatakan positif campak.


















































