jogja.jpnn.com, BANTUL - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul saat ini tengah melakukan pemetaan mendalam terhadap sejumlah sekolah, baik negeri maupun swasta, yang mengalami krisis jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.
Langkah ini diambil sebagai landasan strategis untuk menyusun kebijakan penataan satuan pendidikan ke depannya.
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi data awal mengenai sekolah-sekolah yang memperoleh jumlah siswa baru dalam angka yang sangat minim.
"Beberapa SMP yang mendapatkan siswa antara nol hingga lima orang ada 10 SMP swasta, untuk SD ada 12 sekolah, baik negeri maupun swasta," ujar Nugroho di Bantul, Selasa (15/7).
Menanggapi tren penurunan jumlah siswa yang terjadi secara berkelanjutan, pihak Disdikpora tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan.
Mereka akan melakukan analisis komprehensif terkait penyebab fenomena tersebut dengan meninjau beberapa aspek utama.
Menurut Nugroho, mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan untuk memetakan jumlah anak pada kelompok usia sekolah di sekitar wilayah sekolah terkait.
Selain itu, Disdikpora akan mengidentifikasi apakah anak-anak asal Bantul memilih bersekolah di luar daerah atau lebih memilih jalur pendidikan pondok pesantren.



















































