jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencetak defisit menjadi Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.
Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.
“Walau melembung, kami pastikan di bawah 3 persen,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1).
Realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 3.005,1 triliun.
Realisasi penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 2.217,9 triliun atau setara 89 persen dari target Rp 2.490,9 triliun.
Rinciannya, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp 1.917,6 triliun atau setara 87,6 persen dari target Rp 2.189,3 triliun.
Selanjutnya, penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp 300,3 triliun atau 99,6 persen dari target Rp 301,6 triliun.
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp534,1 triliun triliun atau 104 persen dari target Rp 513,6 triliun.






















































