jatim.jpnn.com, MADIUN - Garis senyum tampak begitu tulus dari wajah sejumlah siswa sekolah luar biasa (SLB) saat menyusuri lorong pusat perbelanjaan di pusat kota Madiun. Di tangan mereka tergenggam baju baru yang akan dikenakan saat Hari Raya Idulfitri.
Bagi sebagian orang, membeli baju Lebaran mungkin menjadi rutinitas tahunan yang sederhana. Namun bagi para siswa berkebutuhan khusus ini, pengalaman tersebut menjadi momen yang sangat berkesan.
Kegiatan itu merupakan bagian dari gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak yang digagas oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Sebanyak 30 siswa SLB bersama 10 guru dan tenaga kependidikan diajak langsung berbelanja baju Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Madiun, Jumat (13/3).
Selain berbelanja, para siswa juga menerima santunan serta berbagi kebahagiaan Ramadan dengan menikmati hidangan takjil bersama.
Menurut Aries, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang memiliki dampak sosial nyata bagi peserta didik.
“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang akademik. Pendidikan harus mampu membangun kepedulian sosial, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Aries.
Bagi para siswa SLB, pengalaman itu bukan sekadar mendapatkan pakaian baru. Mereka juga merasakan kehadiran sekolah dan pemerintah yang peduli terhadap kebutuhan mereka.


















































