jpnn.com, JAKARTA - Demo komunitas ojek online (ojol) bertajuk "AKSI Ojol 272" pada Kamis (27/2) tidak didukung penuh para pengojek. Terbukti dengan minimnya ojol yang ikut aksi di sekitar patung kuda tersebut.
Mereka juga menolak untuk melakukan aksi off bid dan memilih on bid. Itu sebabnya konsumen tidak mengalami kesulitan saat melakukan order ojol.
"Saya on bid terus, mau Ramadan begini butuh uang banyak," kata pengemudi ojol yang minta namanya tidak dipublikasikan kepada JPNN, Kamis (27/2).
Dia mengungkapkan banyak rekannya juga tetap menerima orderan. Bagi dia aksi off bid malah merugikan ojol sendiri karena tidak ada pendapatan yang diiterima.
Dan, memang saat JPNN melakukan order Gofood atau Goride, tidak perlu menunggu lama. Dari aplikasi pun terlihat banyak pengemudi yang dalam posisi on bid
"Cuma untuk menghargai kawan-kawan, saya tidak mengambil orderan yang ke arah patung kuda," ucap pria berusia sekitar 40-an tahun ini lagi.
Sementara itu, Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono.menegaskan bahwa demonstrasi tersebut berkaitan dengan tarif ojek online, potongan biaya aplikasi, serta beberapa tuntutan lainnya.
“Dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) KP Nomor 1001 Tahun 2022 regulasinya potongan biaya aplikasi maksimal 20 persen, tetapi fakta di lapangan, para pengemudi dipotong biaya aplikasi hampir mencapai 50 persen,” kata Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono dalam siaran persnya, Kamis (27/2).