Ramalan INDEF untuk Kondisi Ekonomi RI pada 2026

3 hours ago 14

Ramalan INDEF untuk Kondisi Ekonomi RI pada 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi uang rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5 persen year-on-year (yoy) pada tahun 2026.

Meskipun proyeksi tersebut menunjukkan stabilitas perekonomian domestik, INDEF meminta pemerintah agar tidak hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga sebagai mesin pertumbuhan nasional.

“Mengaktifkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi yang lain itu suatu hal yang fardhu ain (wajib) gitu ya. Jadi cukup sudah ya, konsumsi rumah tangga ini sudah terlalu lama ya mendominasi dan berkontribusi secara dominan terhadap pertumbuhan ekonomi (domestik),” ujarnya dikutip Jumat (2/1).

Esther menilai tantangan ekonomi ke depan masih cukup berat, mengingat perkembangan geopolitik global dan dinamika fragmentasi perdagangan internasional masih sulit diprediksi.

Kemudian, pemulihan ekonomi domestik Indonesia masih belum maksimal karena tekanan harga komoditas pangan dan energi serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap impor, mulai dari barang modal hingga bahan pangan, sehingga devisa negara justru kembali mengalir ke luar negeri.

Esther mengatakan, berbagai faktor tersebut membuat fundamental ekonomi Indonesia relatif lebih rentan dibandingkan negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, sehingga mengurangi daya saing Indonesia.

“Kalau dilihat ya, negara tetangga itu kan ada Singapura, Malaysia, Thailand, dan seterusnya, mereka memang terdampak (dinamika perekonomian global), tetapi karena imunitas pertumbuhan ekonominya itu relatif kuat, jadi terdampaknya enggak parah-parah banget gitu,” katanya.

INDEF menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5 persen year-on-year (yoy) pada tahun 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |