jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (DOBRAK) menggelar aksi demontrasi di DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya, Selasa (28/4).
Pantauan JPNN di lokasi, ratusan driver ojol dari berbagai daerah tiba di depan kantor DPRD sekitar pukul 12.16 WIB.
Setibanya di lokasi, satu persatu koordinator melakukan orasi, salah satu tuntutan yang disampaikan adalah menolak aplikator nakal.
Salah satu koordinator demo Arif Widianto menyampaikan dalam aksi ini mereka membawa tiga tuntutan, antara lain mendesak DPRD Jatim menerbitkan perda sanksi administrasi hingga pemblokiran aplikator transportasi online (R2 dan R4) di Jawa Timur
"Menuntut Gubernur Jatim menerbitkan sanksi sosial (SP) kepada aplikator pelanggar SK Gubernur Jatim serta rekomendasi ke Komdigi," kata Arif.
Terakhir, menghapus program tarif ilegal dan mengembalikan hak pengemudi sesuai SK Gubernur Jatim (Rp2.000/km R2, Rp3.800/km tarif bersih R4).
Tak lama setelah orasi, sekitar pukul 12.37 WIB perwakilan demonstran diterima audiensi oleh Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M Batara-Goa. (mcr23/jpnn)


















































