jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ratusan masyarakat memadati pembukaan Kampung Ramadan Jogokariyan di Dusun Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada Rabu (18/2). Acara ini langsung ramai dengan 143 lapak pedagang yang menjajakan aneka kuliner khas Ramadan, dari takjil hingga makanan ringan tradisional.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan bahwa Kampung Ramadan Jogokariyan telah menjadi ikon utama bulan puasa di kota ini.
"Kampung Ramadan Jogokariyan telah menjadi magnet yang dirindukan, bukan hanya oleh warga sekitar, tetapi juga masyarakat dari berbagai penjuru," ujar Yunianto saat memberi sambutan.
Meski antusiasme tinggi, Yunianto mengingatkan agar kebersihan tetap jadi prioritas.
"Aktivitas ekonomi yang meningkat adalah kabar baik, tetapi harus diiringi tanggung jawab. Saya ajak seluruh panitia, pedagang, dan pengunjung disiplin membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar masjid," tambahnya.
Selain pasar malam yang meriah, Masjid Jogokariyan menyiapkan rangkaian kegiatan religi selama Ramadan.
Di antaranya dakwah melalui iktikaf, dialog kebangsaan, talkshow, serta sesi berkisah khusus untuk anak-anak.
Kegiatan ini diharapkan memperkaya nuansa ibadah sambil menjaga silaturahmi.













































