Guru Honorer juga Menggugat UU APBN terkait MBG, Menkeu Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah

3 hours ago 18

 Kalau Lemah Pasti Kalah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Tercatat ada 3 pihak menggugat Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 terkait alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gugatan uji materiil sudah masuk Mahkamah Konstitusi (MK), yakni perkara nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang dimohonkan oleh Yayasan Taman Belajar Nusantara.

Kedua, perkara nomor 52/PUU-XXIV/2026 dengan pemohon seorang dosen Rega Felix.

Ketiga, perkara nomor 55/PUU-XXIV/2026 yang diajukan guru honorer Reza Sudrajat.

Ketiga pemohon tersebut kompak mempersoalkan Pasal 22 ayat (3) UU APBN 2026 beserta penjelasannya yang memasukkan program MBG ke dalam pendanaan operasional penyelenggaraan pendidikan yang diambil dari anggaran pendidikan.

Merespons gugatan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya sejauh ini hanya memantau perkembangan proses gugatan tersebut, mengingat tak semua gugatan dikabulkan oleh MK.

Meski begitu, dia berpendapat uji materiil terhadap Pasal 22 ayat (3) UU APBN 2026 itu terbilang lemah, sehingga besar kemungkinan gugatan itu akan kalah di persidangan.

“Kita lihat hasilnya seperti apa. Gugatan bisa kalah, bisa menang, kan. Saya rasa (uji materiil) lemah. Kalau lemah, ya pasti kalah, tetapi, nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu,

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons gugatan terhadap UU APBN terkait anggaran MGB, yang antara lain diajukan seorang guru honorer.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |