jpnn.com, JAKARTA - “Paket hadiah dari luar negeri tertahan Bea Cukai, segera transfer biaya tebus agar tidak disita.”
Pesan semacam ini kerap menjadi awal kisah pilu korban penipuan modus romansa.
Bermula dari perkenalan hangat di media sosial, berlanjut pada janji hadiah mewah, lalu berujung pada permintaan uang atas nama kewajiban kepabeanan.
Tanpa kewaspadaan, korban bukan hanya kehilangan rasa percaya, tetapi juga tabungan.
Karena itu, waspada penipuan mengatasnamakan Bea Cukai melalui gerakan STOP, CEK, LAPOR! menjadi langkah mendesak untuk memutus rantai penipuan yang terus berulang.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengungkapkan tren ini bukan hal baru.
Data historis menunjukkan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai dengan modus romansa meningkat pada momentum peringatan hari kasih sayang.
Pada Februari 2025, terjadi peningkatan jumlah laporan, dengan kenaikan tertinggi pada modus romansa, yaitu dari 100 laporan pada Januari 2025 menjadi 151 laporan.




















































