kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Nilai investasi masuk ke Kaltim selalu di atas 10 besar nasional dari tahun ke tahun.
Itu terulang pada 2025, Kaltim berada di peringkat enam besar nasional dengan nilai investasi Rp 87,78 triliun.
Realisasi ini menggambarkan iklim investasi di daerah ini kondusif sehingga memiliki daya tarik bagi investor.
"Realisasi investasi masuk Kaltim sepanjang 2025 mencapai Rp 87,78 triliun, berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana, Selasa (27/1).
Fahmi merincikan capaian investasi dari tahun ke tahun, mulai 2021 dengan total investasi yang masuk sebesar Rp 41,17 triliun dengan 7.323 proyek.
Kaltim berada di peringkat sembilan nasional, di bawah Jabar, Jakarta, Jatim, Banten, Riau, Jateng, Maluku Utara (Malut), dan Sulawesi Tengah.
Kemudian pada 2022, investasi yang masuk naik menjadi Rp 57,76 triliun dengan 7.722 proyek, berada dalam peringkat sembilan nasional, di bawah Jabar, Jakarta, Sulteng, Jatim, Riau, Malut, dan Jateng.
Tahun 2023 dengan investasi yang kembali naik menjadi Rp 71,89 triliun dengan 6.963 proyek, Kaltim berada pada peringkat delapan nasional, di bawa Jabar, Jakarta, Jatim, Sulteng, Banten, Malut, dan Riau.

















































