bali.jpnn.com, BADUNG - Perubahan arus lalu lintas (lalin) di kawasan Kerobokan Kelod, Badung, yang juga berada di area pariwisata masih berlanjut.
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) itu diterapkan di sembilan persimpangan sejak Minggu (14/12).
Tujuannya untuk menekan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
Pada tahap uji coba itu apabila rekayasa lalin dinilai memang belum optimal, akan disiapkan opsi lain untuk mengatasi kemacetan di daerah itu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan arus lalu lintas ini, karena perubahan tersebut masih pada tahap percobaan,” ujar Bupati Adi Arnawa dilansir dari Antara.
“Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan beradaptasi terlebih dahulu terkait dengan perubahan ini,” imbuhnya.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan perubahan arus lalu lintas itu dinilai perlu dilakukan dalam mengatasi kemacetan, khususnya di wilayah Kerobokan Kelod.
Ia pun meminta masyarakat memberi masukan terhadap perubahan arus lalin ini untuk















.jpeg)



































