jpnn.com - Salah satu jemaah calon haji (JCH) muda asal Bali bernama Dhani Aditya Saputra mengaku kaget lantaran sudah didaftarkan haji oleh ibunya saat masih sekolah dasar (SD).
Dhani Aditya Saputra didaftarkan ibunya menggantikan sang ayah.
"Saat itu tidak tahu, kan, karena masih kecil diajak begitu saja ke kantor mana itu untuk foto. Buat foto segala macam diurus ibu. Jadi, awal-awal tahu ini kaget," ujar Dhani, JCH 2026 di Denpasar, Sabtu (25/4/2026).
Dhani sendiri sekarang berusia 17 tahun. Dia JCH termuda kedua asal Bali yang saat pelepasan oleh Pemprov Bali dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali, maju sebagai perwakilan karena jemaah termuda berhalangan hadir.
Dhani bercerita dirinya tak tahu saat usia 12 tahun ibunya mendaftarkannya selaku anak laki-laki pertama untuk berangkat haji menggantikan ayahnya yang belum siap berangkat.
Hingga akhirnya lima tahun kemudian, Kemenhaj Bali mengumumkan namanya dan sang ibu masuk dalam kuota haji Bali yang sebanyak 698 orang.
Karena usianya yang masih muda, remaja kelahiran Kabupaten Badung itu mengaku khawatir dengan pengalaman pertama menginjakkan kaki ke tanah suci ini.
"Dengar-dengar haji itu tidak sebentar seperti umrah itu dua minggu, kalau haji, kan, sampai 40 hari. Kaget, lama juga di sana, nanti bagaimana dengan kondisi tubuh, lalu cuaca di sana seperti apa, kan saya tidak tahu. Saya belum pernah umrah tapi langsung haji makanya kaget, sedangkan orang-orang yang sudah umrah mungkin sudah tahu. Waduh, gimana nanti," tuturnya.



















































