jpnn.com, JAKARTA - Perubahan skema insentif pajak kendaraan listrik (EV) yang kini didesentralisasikan ke pemerintah daerah (pemda) mulai memunculkan tanda tanya di industri.
PT. Wuling Motors memilih menahan langkah agresif sambil menunggu kepastian aturan di masing-masing wilayah.
Direktur Pemasaran Wuling, Ricky Christian, menyebut sebagian besar pemda pada dasarnya mendukung percepatan elektrifikasi.
Namun, belum adanya keputusan konkret di level daerah membuat pelaku industri perlu berhitung ulang.
“Secara umum arahnya positif, tetapi kami masih menunggu keputusan dari tiap daerah,” ujarnya di Jakarta.
Bagi Wuling, ketidakpastian itu bukan sekadar soal regulasi, melainkan juga berdampak langsung pada strategi harga.
Informasi perubahan tarif pajak yang sudah diterima perusahaan kini menjadi salah satu variabel penting dalam menentukan banderol produk, termasuk lini kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV).
Model terbaru mereka, Eksion, misalnya, sudah dipasarkan dengan harga yang disebut telah disesuaikan dengan skema terbaru.



















































