Respons Polisi Soal Teror Kepada Guru Besar UGM

6 days ago 20

Kamis, 08 Januari 2026 – 19:16 WIB

Respons Polisi Soal Teror Kepada Guru Besar UGM - JPNN.com Jogja

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang mengaku mendapat teror telepon. Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta memberikan klarifikasi terkait aksi teror telepon yang menimpa Guru Besar Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Zainal Arifin Mochtar. Polisi memastikan bahwa panggilan bernada intimidasi tersebut adalah murni modus penipuan dan bukan dilakukan oleh anggota kepolisian.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menjelaskan bahwa hasil penelusuran tim teknis menunjukkan nomor telepon yang digunakan oleh pelaku tidak terdaftar sebagai milik anggota Polresta Yogyakarta.

Berdasarkan hasil pengecekan koordinat dan data nomor telepon, polisi menemukan bahwa posisi pelaku berada di luar wilayah Yogyakarta.

"Setelah kami cek, ternyata alamat mereka itu di Cirebon. Jadi, bisa dikatakan itu yang menelepon profesor tersebut adalah penipuan, penipu," ujar Pandia di Yogyakarta, Rabu (7/1).

Meski hingga saat ini pihak kepolisian belum berkomunikasi langsung dengan pria yang akrab disapa Uceng tersebut, Polresta Yogyakarta berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi guna mendalami kronologi kejadian.

Kombes Pol Eva Guna Pandia menegaskan bahwa kasus ini akan menjadi atensi serius karena pelaku berani mencatut nama institusi Polri untuk mengintimidasi warga.

Polisi akan segera menghubungi Uceng untuk mengumpulkan bukti-bukti percakapan.

Pendalaman dilakukan untuk mengungkap motif di balik ancaman tersebut dan mengejar pelaku di Cirebon.

Kapolresta Yogyakarta memastikan bahwa peneror guru besar UGM bukan anggotanya. Polisi disebut segera berkoordinasi dengan Prof Uceng.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |