Ribuan Orang Terancam PHK, Gegara Impor Pikap dari India

2 hours ago 22

Ribuan Orang Terancam PHK, Gegara Impor Pikap dari India

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi seorang pekerja sedang merakit sebuah mobil pikap. FOTO: Aloysius Jarot Nugroho/antara

jpnn.com, JAKARTA - Pemesanan 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi menekan peran industri manufaktur dalam negeri.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan pengadaan mobil pikap itu adalah langkah sembrono PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Pengadaan ini melemahkan industri dalam negeri ini, dan memicu deindustrialisasi dini, karena volumenya hampir setara 100 persen pasar pikap nasional, yang berisiko melemahkan industri otomotif di pasar lokal,” kata Yannes Martinus Pasaribu dikutip Rabu (25/2).

Yannes mengaku pemesanan kendaraan dari luar Indonesia juga dikhawatirkan berdampak dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor manufaktur.

“Secara sosial, ini berpotensi mengancam keberlangsungan 6.000 tenaga kerja yang terancam PHK akibat konsekuensi logis dari penurunan volume produksi massal di pabrik perakitan dan vendor tier dua atau tiga,” ujar dia.

Yannes mengatakan pemesanan pikap itu juga memberikan beban dalam hal perawatan ke depannya.

“Dari sisi spesifikasi kendaraan, jika tidak ada penyesuaian mesin dan suku cadangnya, pengadaan ini bakal jadi bom waktu operasional,” kata Yannes.

Bahkan kata dia, penyediaan suku cadang bakal menjadi problematik tersendiri. Hal itu dikarenakan, diler-diler dari kendaraan-kendaraan itu didatangkan tidak hadir di seluruh kawasan atau daerah yang ada di Indonesia.

Pemesanan 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi menekan peran industri manufaktur dalam neger

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |