Rupiah dan IHSG Terus Anjlok, Pengamat Beberkan Penyebabnya

3 hours ago 12

Rupiah dan IHSG Terus Anjlok, Pengamat Beberkan Penyebabnya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

BI mencatat investasi asing masuk USD 1,6 miliar telah membantu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyoroti pelemahan tajam nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (9/3).

Ibrahim mengungkapkan nilai tukar rupiah telah menyentuh angka Rp 17.000 per dolar AS.

Pada saat yang sama, IHSG bahkan sempat mengalami pelemahan hingga menyentuh level 5 persen.

Menurut Ibrahim, terdapat faktor eksternal dan internal yang memicu carut-marut pasar tersebut. 

Faktor eksternal utama datang dari terpilihnya pemimpin baru Iran, Mujtaba Khamenei, yang menggantikan posisi Ayatollah Khamenei.

Ibrahim menilai kepemimpinan baru ini beraliran fundamentalis Islam yang berpotensi memperpanjang konflik.

"Sehingga kemungkinan besar dalam 6 bulan ke depan perang di Timur Tengah ini masih akan terus berjalan. Bahkan Trump mengatakan akan memusnahkan ya, akan mengganti rezim yang ada di Iran," kata Ibrahim melalui percakapan audio.

Kondisi tersebut diperparah dengan lonjakan ketegangan di Timur Tengah yang berisiko pada penutupan Selat Hormuz. 

Pengamat mata uang dan komoditas menyoroti pelemahan tajam nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |