jpnn.com, JAKARTA - Menyambut momentum bersejarah Imlek Festival 2026, yang menjadi perayaan Imlek berskala nasional pertama dan terbesar di Indonesia, MCM dan rumah produksi Creative Goods Inc. resmi meluncurkan film pendek berjudul Hari Yang Kita Tunggu.
Proyek tersebut diprakarsai oleh Founding Partner of GDP Venture and CEO of Merah Cipta Media (MCM) Antonny Liem, yang bertindak sebagai Executive Producer.
Antonny Liem menginisiasi film Hari Yang Kita Tunggu sebagai respons atas kegelisahan mengenai mulai lunturnya nilai-nilai tradisi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, banyak anak muda kini memandang Imlek sekadar seremonial belaka, bahkan bersikap ignorant acuh terhadap filosofi budaya leluhur.
Film berdurasi 14 menit itu dirancang untuk menyoroti 8 nilai tradisi Tionghoa Indonesia yang wajib dijaga. Harapannya, Hari Yang Kita Tunggu dapat menjadi jembatan antar-generasi untuk melestarikan kekayaan budaya yang mulai ditinggalkan.
Keunikan film Hari Yang Kita Tunggu tidak hanya terletak pada pesannya, tetapi juga pada sineas di belakangnya. Meski mengangkat tema Tionghoa yang kental, kursi sutradara justru dipercayakan kepada George Timothy Nainggolan, seorang sutradara muda berdarah Batak.
“Dari saya kecil sampai saat ini, saya tumbuh dikelilingi oleh banyak sekali teman-teman Tionghoa, dan seringkali ikut merayakan Imlek dengan mereka. Jadi sewaktu saya diminta men-direct film ini, saya merasa cukup dekat dengan kebudayaan mereka,” kata George Timothy Nainggolan dalam keterangan resmi.
Adapun George Timothy Nainggolan tidak hanya mengarahkan, tetapi juga melakukan riset singkat bersama dengan sang produser eksekutif, untuk mempelajari tradisi Tionghoa.




















































