jabar.jpnn.com, BANDUNG - Sekolah Santo Aloysius Bandung resmi membuka Aloysius Fest 2026, perayaan pendidikan yang mengintegrasikan art, technology, dan sustainability, pada 13 - 15 Februari 2026.
Sebanyak 2.500 peserta dan pengunjung diperkirakan terlibat dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari.
Hari pertama langsung menyoroti isu strategis transformasi pendidikan melalui forum Principal Connect.
Kegiatan yang diinisiasi Marwita Magiswara bekerja sama dengan IW Demy ini diikuti sekitar 150 pimpinan sekolah dan pengurus yayasan dari berbagai daerah.
Dalam forum tersebut, peserta membahas tema global seperti peran pendidikan K-12 dalam pembangunan manusia dan keberlanjutan, hingga masa depan pendidikan yang menekankan literasi kecerdasan buatan (AI) dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung Sherly Iliana menegaskan pendidikan tidak lagi cukup berfokus pada capaian akademik.
"Sekolah perlu membangun literasi AI, kesiapan menghadapi masa depan dunia kerja, sekaligus kesadaran ekologis. Pendidikan harus mempersiapkan generasi yang cakap teknologi, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan bersama," kata Sherly dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi antara yayasan, sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci membangun ekosistem pendidikan yang tangguh dan relevan di tengah percepatan transformasi digital.
















































