bali.jpnn.com, DENPASAR - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat kinerja positif sepanjang Semester I 2026.
Penjualan tenaga listrik di Provinsi Bali menembus 4.111,51 GWh, atau mencapai 101,50 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian ini didorong oleh pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 7,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor bisnis menjadi motor utama penggerak dengan kontribusi terbesar mencapai 1.898,27 GWh, tumbuh 8,80 persen secara year on year (YoY).
Sektor rumah tangga menyusul di posisi kedua dengan konsumsi sebesar 1.838,69 GWh, naik 7,17 persen (YoY).
Menariknya, pertumbuhan tertinggi justru dicatatkan oleh sektor industri yang melonjak hingga 13,47 persen menjadi 131,65 GWh.
“Meningkatnya konsumsi listrik menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi di Bali, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan, industri hingga aktivitas masyarakat,” ujar General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim dilansir dari Antara.
Menurut Ajrun Karim, peningkatan konsumsi listrik tersebut didorong berkembangnya aktivitas hotel dan akomodasi, perdagangan, restoran dan kuliner, serta sektor industri.



















































