jatim.jpnn.com, GRESIK - Seorang santri berinisial RAS (15), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pekarangan belakang SMK Al Amin, Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Rabu (6/5) sore.
Korban warga Gubeng Masjid, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB.
Kapolsek Kedamean Iptu Ekwan, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari pengasuh pondok setelah korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali tampar yang dikaitkan pada pohon di area belakang pondok.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Ekwan.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat ditegur pengasuh pondok karena kedapatan bermain laptop di mushola. Laptop tersebut seharusnya berada di ruang laboratorium.
Usai mendapat teguran, korban disebut sempat menyampaikan kepada temannya bahwa dirinya lebih baik bunuh diri daripada menanggung malu. Namun ucapan itu dianggap candaan oleh saksi.
"Tak lama kemudian, saksi melihat korban membawa tali tampar dari gudang menuju area belakang pondok. Karena korban tidak kembali dalam waktu cukup lama, saksi kemudian melakukan pencarian sekitar pukul 16.30 WIB," jelasnya.
Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergantung di pohon menggunakan tali tampar berwarna biru.



















































