jateng.jpnn.com, SEMARANG - Tercatat sebanyak 275 kebakaran terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah sepanjang 2025. Enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang Sih Rianung mengatakan jumlah kebakaran menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari masifnya edukasi pencegahan kebakaran yang dilakukan kepada masyarakat.
“Jumlah kebakaran terus menurun. Pada 2025 tercatat 275 kejadian, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 341 kejadian, dan 2023 sebanyak 489 kejadian,” kata Rianung, Kamis (2/1).
Menurutnya, sepanjang 2025 Damkar Kota Semarang telah melaksanakan sekitar 1.300 edukasi pencegahan kebakaran. Edukasi tersebut menyasar permukiman warga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.
“Ternyata ada hasilnya. Masyarakat makin memahami cara mengantisipasi kebakaran di lingkungan mereka,” kata Rianung.
Berdasarkan catatan Damkar, sebagian besar kebakaran di Kota Semarang terjadi di lahan ilalang dan rumah hunian. Sementara itu, kebakaran yang melibatkan bangunan pertokoan maupun pabrik jumlahnya relatif lebih sedikit.
Meski tren kebakaran menurun, peristiwa kebakaran sepanjang 2025 tetap menyisakan duka. Enam korban jiwa tercatat meninggal dunia. Peristiwa paling tragis terjadi di Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, yang menewaskan lima orang dalam satu kejadian kebakaran.


















































