jpnn.com, JAKARTA - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatat peningkatan Laba Bersih sebesar 10 persen menjadi Rp 2,8 triliun pada 2025.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengungkapkan capaian itu didukung oleh peningkatan Pendapatan Bunga Bersih sebesar tujuh persen serta beban operasional yang efisien dan stabil.
Dengan hasil positif ini, Citi Indonesia membukukan Return on Equity (ROE) sebesar 14,4 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,8 persen.
Rasio Liquidity Coverage (LCR) dan rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap kuat, masing-masing sebesar 264 persen dan 168 persen, di atas ketentuan minimum regulator. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan sebesar 38,5 persen.
Batara menegaskan Citi akan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas usaha.
“Pencapaian ini didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung, yaitu Banking, Markets, dan Services,” ucap Batara dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/4).
Batara mengaku perusahaan menjalankan eksekusi secara disiplin dengan memprioritaskan berbagai inisiatif strategis yang menghasilkan peningkatan Pendapatan Bunga Bersih sebesar tujuh persen serta beban operasional yang efisien dan stabil.
“Kinerja yang baik ini mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta komitmen jangka panjang kami dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia, sejalan dengan prioritas pemerintah dan regulator perbankan,” beber Batara.





















































