jpnn.com, SUMSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan mencatat ada 284 kejadian bencana alam yang melanda wilayah tersebut sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data, bencana yang paling mendominasi yakni banjir, terjadi sebanyak 107 kali, disusul angin kencang 76 kali, dan kebakaran 66 kali.
“Total bencana sepanjang 2025 sebanyak 284 kejadian, di mana banjir paling banyak terjadi yakni ada 107 kali,” ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Minggu (11/1/2026).
Wilayah Musi Banyuasin (Muba) tercatat sebagai daerah dengan frekuensi banjir tertinggi sebanyak 17 kali. Dan untuk kasus kebakaran paling banyak melanda Kota Palembang dengan 33 kejadian.
Selain tiga bencana utama tersebut, terdapat pula tanah longsor sebanyak 27 kali, puting beliung 7 kali, dan satu peristiwa banjir bandang.
"Bencana angin kencang dilaporkan paling sering terjadi di Ogan Ilir sebanyak 34 kali, sedangkan tanah longsor mendominasi wilayah Ogan Ilir dan Musi Banyuasin," terang Sudirman.
Kata Sudirman, satu kejadian banjir bandang di OKU Selatan menjadi peristiwa paling mematikan karena merenggut tiga korban jiwa.
“Bencana yang terjadi mengakibatkan 38.747 KK terdampak, 289 KK mengungsi, sembilan jiwa luka-luka, dan lima jiwa meninggal dunia,” kata Sudirman.






















































