jateng.jpnn.com, SEMARANG - Suasana di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, tampak berbeda dari biasanya. Rumah dinas Gubernur Jawa Tengah itu disulap menjadi Pasar Takjil Ramadan yang menghadirkan beragam kuliner khas dari berbagai daerah.
Aneka ma kanan dan minuman untuk berbuka puasa tersebut disajikan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Jawa Tengah.
Suasana berburu takjil atau yang kerap disebut “war takjil” menambah keseruan masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa. Pasar Takjil di kawasan Tugu Muda itu digelar selama tiga hari, mulai Senin (9/3) hingga Rabu (11/3).
Gubernur Ahmad Luthfi bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno turut meninjau langsung kegiatan Pasar Takjil Ramadan 2026 tersebut.
“Pasar takjil ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya sekaligus bertemu langsung dengan konsumen,” ujar Sumarno, Senin (9/3).
Dia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peningkatan transaksi UMKM, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga berlanjut setelah bulan puasa.
“Harapannya transaksi tidak hanya terjadi selama kegiatan ini, tetapi juga bisa terus berlanjut setelah Ramadan,” katanya.
Ketua DPW APJI Jawa Tengah Berty Dyah Rahman menyebut Pasar Takjil Ramadan ini diikuti oleh 62 stan UMKM. Para pelaku usaha tersebut merupakan binaan berbagai pihak, termasuk APJI, Bank Jateng, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah.

















































