jateng.jpnn.com, SEMARANG - Selepas Tahun Baru 2026, harga cabai sejumlah pasar di Kota Semarang, Jawa Tengah terpantau melonjak. Pedagang mengeluhkan kondisi ini lantaran menurunkan daya beli.
Pantauan JPNN.com di Pasar Simongan Kota Semarang misalnya, cabai cenderung meningkat dalam kurun waktu lima hari terakhir di awal tahun ini.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar itu pada Jumat (2/1).
Pada saat itu, Zulhas menyebut harga stabil. Itu dibandingkan ketika dia sidak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada 31 Desember 2025. Namun, empat hari kemudian di Pasar Simongan, harga cabai naik.
"Harga cabai tinggi," kata Rukinah (60) sembari menunjukkan cabai dagangannya di Los Pasar Simongan kepada JPNN.com, Senin (5/1).
Rukinah hanya menjual tiga jenis cabai, yakni rawit setan, keriting merah, dan keriting hijau.
Harga cabai rawit setan tembus Rp 70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 60.000. Kemudian cabai keriting merah kini Rp 50.000, cabai keriting hijau Rp 25.000.
Naiknya harga cabai ini, dugaannya karena cuaca buruk. Hujan terus melanda daerah produksi cabai.


















































