Akademisi dan Anggoda Dewan Ragu dengan Kebijakan Luar Negeri Presiden Prabowo

4 hours ago 20

Minggu, 08 Maret 2026 – 10:05 WIB

Akademisi dan Anggoda Dewan Ragu dengan Kebijakan Luar Negeri Presiden Prabowo - JPNN.com Jogja

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dalam forum diskusi bersama wartawan pada Jumat (6/3). Foto: Humas DPRD DIY

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Bergabungnya Indonesia sebagai anggota Board of Peace dan kebijakan Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi perdebatan publik. Banyak yang menyayangkan kebijakan luar negeri yang diambil pemerintah. 

Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dafri Agussalim mempertanyakan bergabungnya Indonesia ke dalam keanggotaan BoP.

Dia meragukan kesiapan Indonesia menghadapi konsekuensi saat terjebak dalam blokade kepentingan negara adidaya.

"Pemerintah diingatkan untuk tidak gegabah mengambil langkah luar negeri yang berisiko merusak kredibilitas bangsa di mata internasional," katanya, Jumat (6/3).

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menegaskan pengambilan keputusan dan kebijakan harus mencerminkan nilai konstitusional. 

"Prinsip pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan kemerdekaan adalah hak segala bangsa harus dijunjung tinggi. Tidak boleh ada dukungan terhadap penyerangan kedaulatan negara lain," kata Eko.

Ia sendiri meragukan efektivitas Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS dalam hal memajukan kesejahteraan. 

"Jika impor terus diprioritaskan, tenaga kerja lokal tidak akan terserap. Hal ini jelas bertentangan dengan semangat memajukan kesejahteraan rakyat," ujarnya. 

Kebijakan luar negeri pemerintah Prabowo mendapatkan sorotan tajam dari akademisi hingga anggota dewan di Yogyakarta.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |