jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebuah konsep latihan yang memadukan ilmu fisioterapi dengan metode pilates kini hadir di Kota Semarang, Jawa Tengah. Studio Cardea menjadi ruang fisio-pilates pertama di Ibu Kota Jawa Tengah yang menawarkan pendekatan latihan berbasis terapi untuk pemulihan cedera hingga perbaikan postur tubuh.
Founder Cardea Physiotherapy & Pilates Yurike Lanser mengatakan konsep yang diusungnya merupakan perpaduan antara penanganan fisioterapi dengan latihan pilates yang dirancang secara personal sesuai kebutuhan tubuh setiap individu.
Menurutnya, metode tersebut sudah lebih dulu berkembang di Jakarta, yang kemudian mulai diperkenalkan di Kota Semarang.
“Cardea itu sebenarnya memadukan fisioterapi dan pilates. Di Semarang mungkin sudah banyak studio pilates, tetapi yang memadukan ilmunya fisioterapi dengan metode pilates seperti ini memang belum ada. Kami termasuk pionir yang menggabungkan keduanya,” ujar Yurike dalam peresmian Cardea Physiotherapy and Pilates Semarang cabang ke delapan di Jalan Jangli Symphoni, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (7/3).
Da menjelaskan kedua disiplin tersebut saling melengkapi dalam membantu pemulihan kondisi tubuh sekaligus memperbaiki kebiasaan postur yang sering menjadi penyebab munculnya keluhan nyeri.
Yurike mencontohkan kasus nyeri punggung atau back pain yang kerap dialami masyarakat. Menurutnya, keluhan tersebut memang bisa mereda melalui fisioterapi, tetapi sering kali kembali muncul karena kebiasaan postur tubuh yang tidak berubah.
“Kalau hanya fisioterapi, biasanya sembuh. Tetapi dua minggu kemudian bisa kambuh lagi karena kebiasaan tubuhnya tidak berubah, misalnya duduk berjam-jam di depan komputer,” katanya.
Dia menilai banyak orang akhirnya menganggap kondisi tersebut sebagai bagian dari proses penuaan, padahal sebenarnya dapat diperbaiki melalui latihan yang tepat.
















































