jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - RSUD Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan jumlah pasien seusai libur Lebaran 2026.
Peningkatan ini didominasi oleh pasien dengan keluhan gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan pusing yang dipicu kelelahan serta pola makan tidak terkontrol selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut pada hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pascalibur Lebaran di Cikarang, Rabu.
“Pasien meningkat, melonjak tajam. Banyak yang mengeluhkan diare, mual, dan pusing. Hal ini dipicu pola makan, terutama konsumsi makanan bersantan secara berlebihan,” ujar Asep.
Dalam kunjungan tersebut, Asep juga berdialog langsung dengan keluarga pasien guna menyerap aspirasi terkait pelayanan kesehatan, termasuk keluhan mengenai lamanya proses penanganan medis.
Menanggapi hal itu, ia menjelaskan bahwa setiap pasien harus melalui tahapan observasi untuk memastikan diagnosis yang tepat sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.
Proses ini juga mencakup penempatan pasien di ruang perawatan sesuai jenis penyakit.
“Pasien bukan didiamkan, tetapi sedang diobservasi. Misalnya, untuk pemeriksaan kolesterol diperlukan kondisi puasa sehingga membutuhkan waktu. Setelah diagnosis jelas, pasien ditempatkan di ruang sesuai penyakitnya,” jelasnya.


















































