Siswa Cahaya Rancamaya Sabet Penghargaan Best Position Paper di AYIMUN 20th Malaysia

2 hours ago 18

Siswa Cahaya Rancamaya menyabet penghargaan Best Position Paper di AYIMUN 20th Malaysia. Foto dok. Cahaya Rancamaya

jpnn.com - Siswa-siswi Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Delegasi muda ini tampil memukau dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 20th yang berlangsung pada 16-19 Januari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ajang bergengsi ini mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menantang peserta untuk beradu gagasan, bernegosiasi, serta merumuskan solusi atas isu-isu global.

Dalam ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergengsi ini, delegasi CRIBS bersaing dengan pemuda dari berbagai negara untuk merumuskan solusi atas isu global melalui negosiasi dan diplomasi.

"Alhamdulillah siswa-siswi yang tergabung dalam delegasi CRIBS tampil percaya diri dan kompetitif melalui kemampuan diplomasi, kepemimpinan, public speaking, berpikir kritis, serta argumentasi berbasis data," kata Kepala SMA Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto, Rabu (21/1).

Prestasi membanggakan diraih oleh Anaya Sumarwoto, salah satu delegasi CRIBS, yang berhasil meraih penghargaan Best Position Paper. Ini merupakan penghargaan bagi peserta dengan karya position paper terbaik, dinilai dari ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, serta relevansi solusi yang ditawarkan dalam konteks kebijakan global.

"Keikutsertaan ini menjadi bagian dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang berpandangan global, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Anaya, yang dalam simulasi mewakili negara Monaco dalam komite UNDP (United Nations Development Programme), mengangkat isu kritis mengenai krisis tata kelola perumahan dan stabilitas sosial-ekonomi. Ia menyoroti bagaimana keterbatasan lahan ekstrem dan tingginya harga rumah berdampak langsung pada pekerja esensial seperti tenaga kesehatan dan pendidik.

Sebagai solusi utama, Anaya merancang kerangka PRUTÉGE (Protection of Residential Units for the Essential & General Employment), sebuah konsep perlindungan hunian bagi pekerja esensial agar dapat tetap tinggal dekat dengan tempat kerja. Menurutnya, krisis perumahan di wilayah urban bukan sekadar persoalan tempat tinggal, tetapi juga berkaitan erat dengan produktivitas ekonomi, kelangsungan pelayanan publik, serta stabilitas sosial. 

Siswa-siswi Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) menyabet penghargaan Best Position Paper di AYIMUN 20th Malaysia.

Read Entire Article
| | | |