jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) angkat suara mengenai kabar siswa SD kelas IV di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia diduga bunuh diri.
Peristiwa tragis itu diduga dipicu ketidakmampuan keluarga korban membeli buku tulis dan pena. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan di lokasi kejadian saat proses evakuasi korban.
Dalam surat tersebut, korban menuliskan pesan kepada ibunya berinisial MGT (47) menggunakan bahasa Bajawa, yang berisi ungkapan kekecewaan sekaligus perpisahan.
Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku tulis dan pena seharga kurang dari Rp10 ribu. Namun, karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.
Saat ditemui seusai mengisi materi dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN-BH di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, JK menilai peristiwa tersebut mencerminkan persoalan kemiskinan yang masih serius di Indonesia.
“Ya itulah, komentarnya kita sudah banyak dibicarakan bahwa Indonesia ini kemiskinan memang harus kita atasi karena itu akibat dari kemiskinan,” ujar JK, Jumat (6/2).
Menurut JK, kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang harus diselesaikan secara menyeluruh oleh negara. Dia menegaskan kebutuhan dasar, termasuk pendidikan, seharusnya menjadi hak warga negara yang wajib dipenuhi negara.
Ketika ditanya apa yang perlu dievaluasi pemerintah pascakejadian tersebut, JK menjawab singkat bahwa persoalan ekonomi harus menjadi fokus utama.



















































