jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas menyatakan dukungan penuh kepada Paus Leo XIV sekaligus mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena tidak mencerminkan etika kepemimpinan global.
Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI St. Thomas Aquinas Periode 2024–2026 Ferdinandus Wali Ate menilai pernyataan Trump yang menyerang secara terbuka Paus Leo XIV muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
"PP PMKRI menilai narasi yang dibangun Trump justru berpotensi memperkeruh situasi dan menjauhkan dunia dari upaya perdamaian," ujar Ferdinandus Wali Ate dalam keterangannya pada Rabu (15/4/2026).
Untuk diketahui, Paus Leo XIV menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi kritik tersebut. Sebagai pemimpin umat Katolik sedunia, ia menyatakan memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara menentang perang.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di dalam pesawat kepausan sebelum tiba di Aljir, Paus Leo XV menegaskan bahwa dirinya tidak berbicara sebagai aktor politik.
“Kami bukan politisi, kami tidak berupaya membuat kebijakan luar negeri seperti yang dia sebutkan dengan perspektif yang sama seperti yang mungkin dia pahami,” ujarnya.
Lebih lanjut, Paus Leo menegaskan misi Gereja bersumber dari ajaran Injil yang menempatkan perdamaian sebagai nilai utama.
“Yang saya katakan adalah bahwa misi Gereja sangat jelas. Injil mengatakan, berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian. Saya percaya bahwa Gereja memiliki kewajiban moral untuk berbicara dengan sangat jelas menentang perang dan mendukung perdamaian dan rekonsiliasi.”




















































