bali.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul van Gastel angkat bicara setelah Laskar Mataram takluk dari Persebaya pada laga pekan ke-18 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1).
PSIM Yogyakarta tak berkutik setelah gawang Cahya Supriadi diberondong tiga gol pemain Persebaya, yakni oleh Gali Freitas menit ke-35, Bruno Paraiba menit ke-74, dan Rachmat Irianto menit ke-84.
Kekalahan ini terasa menyakitkan lantaran PSIM Yogyakarta berupaya melanjutkan tren positif saat bentrok melawan Persebaya.
Pada leg pertama di Stadion GBT, Surabaya, PSIM menang melawan Persebaya dengan skor tipis 1 – 0.
“Saya rasa di babak pertama kami bermain cukup bagus dan kami tahu bahwa Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan.
Namun, saya merasa pada gol pertama posisi kami tidak bagus,” kata Jean Paul van Gastel dilansir dari I.League.
Tertinggal satu gol pada babak pertama memaksa pemain PSIM Yogyakarta bermain lebih terbuka untuk mencari gol penyama kedudukan.
Namun, taktik itu justru jadi petaka berkelanjutan bagi Laskar Mataram.

















































