jabar.jpnn.com, DEPOK - Wali Kota Kota Depok, Supian Suri, mengajak masyarakat dan warganet untuk menghentikan tindakan perundungan (bullying) terhadap kota tersebut, termasuk penyebaran informasi tidak benar atau hoaks.
Ajakan tersebut disampaikan seiring peringatan usia ke-27 Kota Depok yang masih kerap menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial.
Sejumlah isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti kabar “babi ngepet”, “keranda terbang”, hingga “pocong keliling”, dinilai telah mencoreng citra kota.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Depok, termasuk netizen, bahwa kita tidak ingin kota kita menjadi bahan bullyan,” ujar Supian Suri.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi.
Menurutnya, penyebaran hoaks tidak hanya merugikan citra daerah, tetapi juga dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Supian juga menyoroti persoalan kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan yang kerap menjadi perbincangan warganet dengan sebutan “Sawangan Kubro”.
Ia menyebut kritik tersebut sebagai masukan yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.


















































