jateng.jpnn.com, SEMARANG - Hunian sementara (huntara) sedang disiapkan bagi warga terdampak tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kebutuhan huntara bagi masyarakat terdampak cukup banyak.
Namun, rencana penyediaan huntara menghadapi kendala di lapangan. Sebagian warga terdampak memilih tetap bertahan di lokasi semula karena alasan ekonomi.
“Kami ini dari keinginan pemerintah menyiapkan hunian sementara, tetapi warganya maunya tetap tinggal di sana. Ini berhubungan dengan ekonominya mereka di sekitar situ,” katanya di Balai Kota Semarang, Selasa (21/4).
Apabila warga direlokasi ke wilayah seperti Rowosari, jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja menjadi lebih jauh. Kondisi itu berpotensi meningkatkan pengeluaran harian masyarakat.
“Spend money (uang yang dikeluarkan, red) akan menjadi lebih tinggi untuk mereka bisa bekerja seperti biasanya. Maka apa pun kami siapkan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tetap menyiapkan berbagai opsi penanganan. Dialog dengan warga akan terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik.
“Nanti kalau masyarakatnya memang keberatan, kami diskusikan kembali. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi,” ujarnya.



















































