jpnn.com, JAKARTA - Film terbaru yang bertitel Tanah Runtuh siap meramaikan industri perfilman pada tahun ini.
Adapun film tersebut merupakan kolaborasi Cak Islah, bersama Denny Siregar, dan sutradara Rudy Soedjarwo.
Kolaborasi itu menjadi pertemuan unik antara gagasan, sudut pandang sosial, dan pendekatan sinematik yang kuat dalam mengangkat isu kemanusiaan serta kehangatan hubungan keluarga.
Film Tanah Runtuh mengangkat kisah hubungan emosional dua anak kecil yang hidup dalam keterbatasan dan situasi penuh kerentanan.
Alih-alih menempatkan keterbatasan sebagai hambatan, Tanah Runtuh justru menyorot bagaimana kondisi tersebut melahirkan kekuatan untuk saling menjaga, menguatkan, dan bertahan bersama.
Dibangun dengan emosi yang intim, film Tanah Runtuh memilih sudut pandang anak-anak sebagai pusat narasi, tanpa heroisme berlebihan.
Cerita berkembang melalui relasi yang saling bergantung, menampilkan ketulusan dan daya tahan harapan di tengah keruntuhan, baik secara fisik maupun emosional.
Melalui Tanah Runtuh, kolaborasi Cak Islah, Denny Siregar, dan Rudy Soedjarwo menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya bercerita tentang kehilangan, tetapi juga tentang optimisme yang terus dijaga.






















































