jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti merespons peristiwa tanah bergerak yang terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.
Agustina menyebut tanah bergerak tidak hanya terjadi di Kampung Sekip, RT 007 RW 001, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, yang berdampak pada 15 rumah warga, dengan dua rumah di antaranya terpaksa dibongkar.
Sebelumnya, tanah bergerak juga terjadi di beberapa lokasi lain, salah satunya di wilayah Tinjomoyo.
“Terkait relokasi, tentu harus ditemukan tempat yang cukup. Ada yang setuju relokasi, ada yang menolak. Nanti akan didata dulu, mana yang mau dan mana yang tidak,” ujar Agustina, Rabu (11/2).
Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi relokasi. Namun, untuk jangka pendek, langkah utama yang dilakukan adalah memastikan keselamatan warga terdampak.
“Yang paling penting anak-anak yang sekolah harus tetap bisa sekolah. Untuk sementara saya sarankan sebagian warga mengungsi dulu ke saudara,” katanya.
Selain itu, Agustina mengaku telah menginstruksikan camat dan lurah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Satu di antara upaya yang dilakukan yakni pemasangan pengeras suara sebagai sistem peringatan dini, mengingat lokasi terdampak tidak dapat sepenuhnya dikosongkan.



















































