jateng.jpnn.com, SEMARANG - Tanggul Sungai Tuntang yang jebol hingga memutuskan Jalan Raya Semarang-Purwodadi, perbatasan Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah mengalami kritis. Ada retakan dan longsor di titik yang jebol pada 17 Februari 2026 lalu.
Retakan dan longsor ini diduga dipicu karena debit Sungai Tuntang meningkat dampak hujan intensitas tinggi yang terjadi dalam dua hari terakhir ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan retakan dan longsor itu menjadi perhatian serius.
Pihaknya telah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mempercepat perbaikan tanggul sungai yang berhulu di Rawa Pening itu.
Ada dua penanganan yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana, yaitu penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong yang diisi batu dan diperkuat dengan sandbag atau tumpukan karung berisi pasir.
"Dengan langkah ini harapannya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik," kata Henggar dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Penguatan menggunakan sandbag tak membutuhkan waktu lama. Karung pasir tinggal ditata di titik yang terjadi retakan.
Selanjutnya dilakukan pemasangan bronjong yang membutuhkan proses waktu karena harus di titik yang tepat agar tidak sampai sampai longsor atau retak kembali.


















































