jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares membeberkan strategi yang diterapkan timnya saat menaklukkan Malut United dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (10/1).
Dalam pertandingan yang diguyur hujan tersebut, Persebaya mengandalkan strategi pertahanan mid-block untuk meredam kekuatan lawan, sekaligus tampil agresif dalam fase transisi dan permainan tanpa bola, terutama pada babak pertama.
"Hari ini anak-anak bekerja keras dengan bola, tetapi terutama saat tanpa bola. Jika kami ingin punya peluang, kami harus lebih baik dari mereka saat kehilangan bola," ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, penerapan blok menengah dipilih untuk mengantisipasi kelebihan Malut United yang memiliki sejumlah pemain berpengalaman dengan kemampuan tendangan jarak jauh.
Malut United punya pemain yang bisa menembak dari luar kotak penalti seperti Yance Sayuri dan David da Silva.
"Namun, jika kami bermain terlalu tinggi, mereka juga punya pemain dengan kecepatan,” ucapnya.
Selain faktor taktikal, kondisi lapangan yang licin akibat hujan turut menjadi pertimbangan tim pelatih dalam menentukan pendekatan permainan.
Menurut Tavares, para pemain mampu menjalankan rencana dengan baik, terutama dalam memenangi perebutan bola kedua atau second ball yang menjadi awal terciptanya gol-gol Persebaya.



















































